Sabtu, 06 Juni 2026

Perihal humor adalah momen. Catatan setelah menonton Ghost in The Cell & Agak Laen 2 Menyala Pantiku


Ga nyangka di akhir bulan Mei masih dapat Ghost in Cell dan studionya cukup ramai pula. Soalnya setauku film ini rilis pertengahan April 2026 (abis lebaran).

By the way, setelah kuingat-ingat proyek filmnya Joko Anwar (directed/written) suka rilis di bulan kelahiran anakku Rumi haha. Siksa Kubur 11 April 2024, Pengepungan di Bukit Duri 17 April 2025, Ghost in Cell 16 April 2026

Trus ternyata selama 3 tahun itu aku sering minta dari jauh hari sebelum rilis "nanti tanggal segini pergi nonton ya" tapi endingnya gajadi pergi karena manusia bisa berencana Allah yang menentukan. Bahas apa sih daritadi, yapping mulu.

Awalnya aku maunya film korea Colony. Cuman ternyata rilisnya 3-4 hari lagi dari jadwal aku meet up dengan Kawsar. Ada kok film lain tapi hatiku tidak tergugah. Misal, aku rasa Children of Heaven lebih cocok aku nobar di rumah bareng keluarga. Trus Mortal Kombat 2 sepertinya harus bareng suami karena kami udah barengan nonton film pertamanya. Badut Gendong, film horror yang kayaknya bakal kupilih pas mukbang bareng saudari-saudariku.


Ghost in The Cell

Dan finally jadi juga aku nonton Ghost in the Cell karena Kawsar yang cantik dan baik hati ini rela rewatch ituu (dia udah duluan), terharu banget deh.


If the movie was a food, what food it gonna be?

mie gacoan level 1 dan es jeruk peras

Karena enak, relatable, dan pedas (sindirannya)

Meski ada beberapa catatan (aku bahas di bawah), aku tetap puas sudah menghabiskan kurleb 106 menit di dalam studio. Ternyata aku butuh kombinasi film komedi, horor, thriller sebagai penyegaran dari rutinitas harianku. 

Cerita dibuka oleh Dimas (Endy Arfian andalannya Jokan), jurnalis yang lagi meliput kasus penggundulan hutan di Kalimantan lalu membawanya ke kecurigaan akan misteri orang hilang. Tiba-tiba pemimpin redaksinya Andy (Rio Dewanto) secara misterius dan tragis terbunuh, tergantung di kipas langit-langit (buset). Dimas masuk penjara atas tuduhan pembunuhan tersebut.

Scene beralih ke penjara. Ada banyak karakter yang muncul. 1 blok sel yang sipirnya dikepalai oleh Jefriiiiii alias Bront Palarae (andalannya Jokan juga), lalu ada Anggoro, yang masa hukumannya terus ditambah karena selalu membela tahanan lain (main fisik dia), Six bisa melihat hantu, Wildan seorang Muslim yang taat, Pendi yang mantan profesor, serta teman mereka, Irfan seorang passobis (phone scammer), Bimo musuh bebuyutan Anggoro. Masih banyak lagi sih capek ngetiknya.

Di Lapas Labuhan Angsana ada dua sel utama yang diangkat dalam cerita, blok C tempatnya padat, kumuh, dihuni penipu dan pencuri, lalu ada blok K yang sepertinya singkatan dari koruptor karena memang dihuni tahanan tipikor serta tempatnya begitu mewah. Di hari Dimas masuk penjara, secara misterius pembunuhan brutal terjadi di dalam lapas blok C. Semua mayatnya terpajang bagaikan sebuah mahakarya seni yang diinstalasi secara artistik. Seperti referensi Hannibal Lecter dalam film The Silence of The Lambs (1991).

Senin, 25 Mei 2026

Bertandang ke Kebun Bersama Adik



Hari yang cerah di saat cuaca tak menentu.
Aku agak h2c sih sebenarnya karena takut cuaca kurang bersahabat Tapi mempertimbangkan hal, seperti dapat kuota terbatas untuk ikut kegiatan, dan juga firasat ibu yang mengatakan sore tak akan hujan. Even hujan pun, at least adik Ruby sudah bersenang-senang di luar ruangan.

Berangkatlah ibu dan adik menuju kebun dengan menaiki ojol. Adik senang bukan main. Bukannya aku tidak mau mengajak kakak Rumi, aku cuma ga sanggup pegang 2 anak di luar ruangan. Apalagi di tempat yang belum kukenali dengan baik. Mengajak adik Ruby juga kuanggap sebagai kompensasi karena lebih sering di rumah, saat hari-hari ibu lebih sering keluar mengantar kakak Rumi ke sekolah dan rumah sakit.

Kami tiba terlalu cepat, kebunnya belum terbuka dan kakak-kakak fasilitator belum datang. Jadi sembari menunggu, ibu mengajak adik melakukan panggilan video dengan ayah.

Sejam kemudian para fasilitator dan peserta sudah berkumpul. Kegiatan dimulai dengan sesi duduk melingkar. Anak-anak duduk di rumput sembari kakak fasilitator read aloud buku tentang tanaman.


Sebelum kegiatan tadi, ibu dan adik sempat berkenalan dengan beberapa peserta lain. Ada jingga yang datang bersama ayah ibu, juga ada Arunika dan ibunya. Dari situ aku perhatikan adik Ruby agak pemalu, sangat kontra dengan dirinya saat di rumah yang begitu heboh dan cerewet.

Seusai bercerita, kami diajak mendekat dengan tanaman kangkung. Kakak fasilitator menjelaskan tentang sayur kangkung dan cara memanennya. Momen memanen ini hal yang begitu baru bagi adik, bahkan adik sepertinya masih mencerna apa yang terjadi di sekitarnya haha.


Saat menarik sayur kangkung, adik hanya mencabut seujung-ujung daun. Aku mengarahkan tangannya memegang batang di pangkal dekat akar. Tapi sepertinya tarikan adik belum kuat sehingga kangkung tak tercabut, sementara adik terpental ke belakang. Kasian adik, tapi lucu sih haha. Kakak fasilitator yang melihatnya turut menyemangati adik (setelah tertawa).


Ternyata adik berhasil mencabut 2 batang kangkung, yey, ibu bangga sama adik karena sudah mencoba memanen kangkung untuk pertama kali. Karena agak aneh hanya memegang 2 batang kangkung, aku menarik beberapa lagi hingga 1 genggam. Kalau di penjual sayur sih ini baru 1 ikat kecil harga 2 ribu kali ya.

Sabtu, 20 Desember 2025

Mouse-ku, Moodbooster-ku



Siapa yang sangka di tahun 2025 ada sebuah inovasi dari ASUS, sebuah mouse dengan kompartemen wewangian internal dengan botol isi ulang untuk minyak aromaterapi dan pewangi. Aku sih ga nyangka, kalau kamu?

ASUS Fragrance Mouse MD101

Aku bukan tipe yang gampang tergoda gimmick gadget, tapi kalau ada sesuatu yang bikin rutinitas kerja jadi lebih berasa personal, aku penasaran banget. Akhirnya aku coba mouse ini karena… well, TETIKUS DENGAN TEMPAT PARFUM?! Siapa yang nggak kepo.

Mouse ini punya desain soft dan estetik banget —  Iridescent White atau Rose Clay, pilihan warnanya cakep banget buat desktop setup yang minimalis atau cozy. Bentuknya ergonomis, kliknya senyap pas banget buat kerja di ruang bersama tanpa gangguan 'klik klik'. Dan yang paling unik… dia punya kompartemen isi ulang untuk parfum atau minyak esensial di bagian bawah mouse. Kamu bisa isi sendiri aroma favoritmu dan mulai bekerja seperti seorang dewi.

Serasi di-pairing dengan Vivobook S14, atau ASUS AiO V400 (V440) + ASUS Marshmallow Keyboard KW100 untuk desk setup. 

Jumat, 19 Desember 2025

Berhasil dan Bertumbuh, Bersama Laptop AI dari ASUS




Beberapa hari lalu aku berkesempatan menghadiri event Blogger Gathering Asus Makassar 2025 yang diadakan di hari Kamis, 11 Desember 2025 di Hotel The Rinra. Bertajuk “Together We Win, Together We Grow”, ASUS memperkenalkan produk terbarunya di Indonesia, termasuk di Sulawesi Selatan.

Hari sangat cerah, kami tiba pukul 4 sore di Hotel Rinra. Di entrance booth aku menemui banyak produk terbaru ASUS di display. Berbagai laptop, desktop, aksesoris, claw machine, dan tentu saja photobooth.


Kebutuhan Teknologi Digital Keluarga

Ini pertama kalinya aku ikut ASUS gathering, jadi aku begitu excited. Tapi ternyata tidak cuma aku, suamiku pun bersemangat menemani aku ke event. Kupikir sekalian saja riset laptop yang cocok untuk kita berdua, karena saat ini kami tidak memiliki laptop pribadi. Untuk sehari-hari aku memakai PC all-in-one upgrade SSD untuk pekerjaan grafis maupun mengetik, dan tablet untuk menggambar atau streaming tapi penyimpanan terbatas. Sementara suami hybrid memakai laptop kantor yang restricted dan mini PC + monitor untuk project lain. Meski semua device di atas bisa dipakai untuk pekerjaan kami, tapi belum menunjang gaya kerja, mobilitas, dan portabilitas pekerjaan kami —yang hanya bisa diatasi oleh laptop. Jadi ada beberapa hal yang bisa kami pertimbangkan untuk list laptop idaman kami.


Inovasi Laptop AI Paling Lengkap, Mulai dari Entry Level

Minggu, 30 November 2025

Katanya Multitasking Itu Mitos

ibuk multitasking core



Kata Gitasav —dari salah satu videonya yang sudah kutonton berwaktu-waktu yang lalu— kembali terngiang di kepala. Hari ini aku burn out parah dengan aktivitas rumah. Bayangkan, an endless domestic core all day long. Sebuah dosa bagi orang yang berpikir bahwa tinggal di rumah artinya ga ngapa-ngapain. Karena tolak ukurnya uang. Kalau ga menghasilkan uang dianggap ga produktif.

Multitasking itu mitos!

Dulu saat mendengarnya, ah masa ga bisa. Sekali dayung dua-tiga pulau terlampaui. Sekali lempar, dua-tiga mangga jatuh. Malah seharusnya kita push it to the limit, ya, bro. Misalnya dulu aku sempat tuh PDKT sama ayang sambil kerja deadline. Ga bisa bales chat tiap menit? ya telponan dong, “sleep call begadang bareng, yuk!” Hasilnya bikin ayang ngajak nikah saking serunya kejar-kejaran deadline sambil ditemenin. Nggak. Yang serius dikit misalnya. Aku masak sambil kasih sensory play anak, nyuci baju sambil baca buku, ngetik ini sambil ngelonin anak (di rumah sakit #sad).

Jumat, 18 Oktober 2024

Buku Anak: Kerudung Ibuku

Kerudung Ibuku

Penulis: Jenny Molendyk Divleli
Ilustrator: Merve Ozcan
Penerbit: M&C Gramedia Pustaka Utama
Hlm: SC 32 hlm

Buku ini berkisah tentang seorang anak perempuan yang berimajinasi dengan kerudung ibunya. Kerudung Ibu sangat indah seperti kebun bunga, menemaninya bermain rumah-rumahan, dapat menjadi ayunan, memberinya kehangatan seperti pelukan Ibu dan siap menyeka air matanya.

"Kerudung Ibu sangaaat harum.. seperti perpaduan wangi kue, sampo, dan sabun milik ibu."

Jumat, 16 Februari 2024

Buku: Lebih Senyap dari Bisikan



Setelah membaca Menua dengan Gembira, aku pun penasaran dengan buku-buku lain yang ditulis Andina Dwifatma. Jadi aku memutuskan memesan buku "Semusim dan Semusim Lagi" yang lumayan sering aku lihat di postingan orang di Instagram. 

Tiba-tiba di sabtu malam kemarin aku ke mal bersama Suami dan Rumi. Mereka bermain di playground sementara aku melipir ke Gramedia, dan secara kebetulan bertemu buku Andina Dwifatma yang berjudul "Lebih Senyap dari Bisikan" dengan sisa stok 1 eksemplar. Sebenarnya aku sudah berusaha menahan diri. Aku berharap menyelesaikan buku yang sudah dibeli duluan dan belum dibaca sebelum kembali membeli buku baru. Tapi itulah yang terjadi. Aku pulang membawa Lebih Senyap Dari Bisikan. Sampai di rumah, segel plastik buku kulepas dan mulai bersender membaca cerita rumah tangga Amara dan Baron.


Menjadi istri dan Ibu tidak pernah mudah


Buku Lebih Senyap dari Bisikan adalah novel yang bercerita tentang kehidupan pasangan, yang dimulai dari bangku kuliah. Sebenarnya kisah pacaran mereka hanya secuil, tapi menurutku ini lumayan penting untuk memberikan pembaca gambaran karakter Amara dan Baron dalam hubungan mereka.

Senin, 25 September 2023

Buku: Anatomi Perasaan Ibu



Anatomi Perasaan Ibu
Penulis @sophiamega
149hlm

Sebab pengalaman ketubuhan perempuan tidak hanya berisi kebahagiaan. Seolah kehidupan Ibu yang terlihat "jauh" dari kata kacau balau.


Saya membeli buku ini untuk hadiah ulang tahunku yang pertama kali sebagai seorang Ibu. Setelah membacanya, saya lebih merekomendasikan buku ini dibaca setelah melewati fase newborn. Karena cerita blak-blakan dan jujur sepertinya bisa men-trigger kepanikan dan tekanan saat itu juga. Bukan hanya itu, membaca buku ini setelah melewati fase "kritis" menjadi Ibu, seperti memberi pelukan dan segelas coklat hangat.

Banyak sekali uneg-uneg mba Sophia Mega curahkan di buku Anatomi Perasaan Ibu. Bahwa benar menjadi ibu tidak hanya berisi kebahagiaan, seperti yang dilihat dari postingan para Ibu baru di medsos.

Aslinya rumit. Ada berbagai gejolak emosi, rasa kesepian, takut, khawatir, marah, sampai mau gila!

Di buku ini, Sophia Mega berbagi pengalaman emosi dalam 4 bagian tulisan. Bagian 1, pernikahan. Bagian 2, hamil. Bagian 3, melahirkan. Dan bagian 4, menjadi Ibu. Membaca semua bagian membuat agak merinding saking relate-nya (dikit-dikit "HAHH kok benerr?").

Sabtu, 08 April 2023

Arsip; Kelas Merajut Program CSR Mayora di Desa Sokkolia


7 April kemarin saya berkesempatan memfasilitasi kelas merajut untuk warga Desa Sokkolia. Kelas ini merupakan bagian dari Program CSR Mayora Makassar (PT Nutrindo Boga Rasa).

Saya memutuskan untuk membawa Rumi soalnya ada Ikha yang ikut ke sana (fyi Ikha kerja di Mayora). Selain itu, kelas diadakan di rumah warga yang asri, cuaca —yang agak gerimis, justru menambah kesejukan, hari yang baik untuk membawa Rumi keluar rumah.